Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

5 Orang dengan Cacat Fisik Jadi Tontonan Sirkus di Masa Lalu, Siapa Mereka?

Gambar
5 Orang dengan Cacat Fisik Jadi Tontonan Sirkus di Masa Lalu, Siapa Mereka? 0 Memiliki kondisi fisik yang tidak biasa membuat mereka dijadikan tontonan di pagelaran sirkus. Liputan6.com, Jakarta -  Hingga kini, masih banyak orang yang suka mengunjungi sebuah  sirkus  untuk menyaksikan pertunjukan atau akrobat tak biasa. Pertunjukan yang menarik menjadi salah satu alasan orang gemar menonton sirkus. Namun tidak seperti sirkus sekarang. Pagelaran  sirkus  zaman dulu sangatlah berbeda dan terkesan mengerikan. Pasalnya, banyak penyelenggara sirkus di zaman dulu tidak hanya menampilkan atraksi, tapi mereka juga menampilkan orang-orang yang mengalami kondisi tidak wajar atau kondisi langka. Berikut enam orang terlahir dengan kondisi langka yang menjadi tontonan di pagelaran  sirkus  masa lalu. 1 dari 6 halaman 1. Si Kembar Pip dan Flip Memiliki kondisi fisik yang tidak biasa membuat mereka dija...

5 cara meningkatkan (melatih) kecerdasan EQ (Emotional Question)

Gambar
5 cara meningkatkan (melatih) kecerdasan EQ (Emotional Question) Dengan mengembangkan (melatih) kecerdasan emosi (EQ / Emotional Quotient) diyakini dapat menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih baik dalam menjalani rona ragam samudera kehidupan. Kecerdasan emosi erat berkaitan dengan perasaan, sikap dan kepribadian seseorang sehingga ia mampu membina hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi dapat dilatih, diasah dan dikembangkan melalui beragam cara. Di antaranya ialah dengan mengenal emosi diri, mengelola/mengekspresikan emosi, memotivasi diri, mengenal emosi orang lain serta membina hubungan. Penjelasan cara-cara / langkah-langkah tersebut antara lain : 1. Mengenal emosi diri Anda dapat bertanya pada hati Anda yang terdalam seperti apakah perasaan Anda sesungguhnya. Apakah Anda merupakan tipikal seorang pemarah, pemberani, penakut, pencemas, peragu atau pemalu dan sebagainya. Anda dapat mengetahui pada saat apa dan bagaimana Anda marah, takut, gelisah, gemb...

Kisah Tentang Malala Yousafzai, Peraih Nobel Termuda

Gambar
Kisah Tentang Malala Yousafzai, Peraih Nobel Termuda Esti Utami Jum'at, 10 Oktober 2014 | 18:49 WIB Malala Yousafzai, peraih Nobel Perdamaian 2014 karena memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan. (Reuters/Carlo Allegri) Peluru dan ancaman keselamatan tak menyurutkannya. Suara.com -  Dua tahun lalu, tepatnya pada 9 Oktober 2012,  Malala Yousafzai  yang saat itu berusia 15 tahun meregang nyawa, karena mengalami luka tembak yang cukup serius di kepalanya. Hari itu, seorang laki-laki bersenjata dengan mengenakan topeng memasuki bus sekolah yang ditumpangi Malala, di Pakistan barat laut. Tanpa babibu laki-laki itu langsung melepaskan serangkaian tembakan ke arah Malala. Upaya pembunuhan ini diperintahkan oleh kelompok Taliban, karena Malala berani menyuarakan hak anak-anak perempuan untuk pergi ke sekolah. Malala sempat koma beberapa minggu, tetapi ia selamat. Dan kejadian itu tak mengundurkan niat Malala untuk memperjuan...